INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN, KALSEL.

CLOCK

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
IAIN ANTASARI BANJARMASIN

Kamis, 17 Februari 2011

KESENIAN

SEKILAS TENTANG TARI RUDAT

    Pada awalnya Seni Rudat hanya berkembang di pesantren-pesantren, namun kemudian seni yang bernafaskan Islam ini berkembang pula di masyarakat umum.Secara etimologis rincian istilah rudat belum di temukan secara jelas. Tapi menurut Iyus Rusmana istilah ini bisa di cari dari bahasa arab rudatun yang artinya taman bunga. Dalam hal ini berarti bunganya pencak. Sedangkan menurut Enoch Atmabrata, rudat tarian merupakan tarian di iringi oleh musik terbangan di mana unsur tariannya banyak kental dengan nuansa agama, seni bela diri, dan seni suara.
    Munculnya kesenian Rudat berawal dari tumbuhnya semangat perjuangan masyarakat dalam upayanya melawan penjajah yang dipimpin oleh seorang pangeran dari Kesultanan Kanoman Cirebon. Bersama pimpinan-pimpinan pesantren ia menyusun kekuatan dengan mengajarkan ilmu beladiri pada para santri. Kegiatan tersebut kemudian disamarkan dengan membentuk gerakan-gerakan berbentuk tarian. Maka dalam tarian Rudat, kita akan melihat perpaduan gerak silat, dzikir dan gerakan sholat, kemudian diiringi dengan lantunan puji-pujian yang mengagungkan asma Allah dan Rasulnya.
    Adapun alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Rudat adalah perangkat genjring, terbang dan bedug. Penggunaan genjring sebagai alat tabuh dilakukan juga pada seni rudat. Bedanya irama genjring rudat lebih keras, bergairah, dan beraturan. Seni rudat lebih menekankan pada irama yang keras dan diiringi shalawat nabi serta tarian pencak silat.Biasanya tarian ini dibawakan pada saat upacara khitanan, katam Al Quran, Maulid Nabi peringatan Isra Mi’raj, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya.
    Tari Rudat ditarikan sambil menyanyi dengan lagu yang melodi dan iramanya seperti lagu melayu. Syairnya ada yang berbahasa Arab dan ada pula yang berbahasa Indonesia. Tari Rudat diiringi sejumlah alat musik rebana yang terdiri dari jidur, rebana, dap, mandolin dan biola. Gerak tarian rudat merupakan gerak seni bela diri pencak silat yang menggambarkan sikap waspada dan siap siaga prajurit Islam tempo dulu.
Itulah sebabnya, mereka banyak menggunakan gerakan tangan dan kaki. Kadang tangan diayun kiri kanan, kadang mirip gelombang, tapi di saat lain mereka melakukan gerakan memukul dan menendang.
    Sesungguhnya asal-usul kesenian rudat sampai saat ini masih belum begitu jelas. Sebagian berpendapat, bahwa kesenian rudat ini merupakan perkembangan dari zikir zaman dan burdah, yaitu zikir yang disertai gerakan pencak silat. Burdah adalah nyanyian yang diiringi seperangkat rebana ukuran besar.Pendapat lain mengatakan, konon tari ini berasal dari Turki yang masuk bersama penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad XV. Itulah sebabnya, tarian ini kentara sekali warna Islamnya, terutama dalam lagu dan musiknya.
    Tari Rudat bertujuan untuk mendidik masyarakat agar menjadi manusia yang bermoral tinggi berlandaskan agama islam dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga terwujud manusia berbudaya, berbudi pekerti luhur disertai keimanan yang kuat.


KONSEP GARAP
TARIAN RUDAT

1.    Nama Tarian        : Tari Rudat
2.    Nama tempat        : Sesungguhnya asal-usul kesenian rudat sampai saat ini masih belum begitu jelas. Sebagian berpendapat, bahwa kesenian rudat ini merupakan perkembangan dari zikir zaman dan burdah, yaitu zikir yang disertai gerakan pencak silat. Burdah adalah nyanyian yang diiringi seperangkat rebana ukuran besar. Pendapat lain mengatakan, konon tari ini berasal dari Turki yang masuk bersama penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad XV. Itulah sebabnya, tarian ini kentara sekali warna Islamnya, terutama dalam lagu dan musiknya.
3.    Klasifikasi tari        : Hiburan
4.    Pencipta tari        : Kurang jelas siapa pencipta Tari Rudat
5.    Para penari/pemusiknya    : Penari bisa terdiri dari anak perempuan dan anak laki-laki saja, tetapi bisa juga digabung anak laki-laki dan anak perempuan. Jumlahnya 12 orang. Untuk musik, supaya lebih sederhana, langsung menggunakan kaset saja, jadi tanpa pemain musik khusus.
6.    Bentuk gerakan    :
Beberapa gerakan yang digunakan dalam Seni Rudat meliputi gerakan tangan, kaki dan kepala yang, masing-masing gerakannya seperti berikut :
    Kaki : gerakan kaki terdiri atas kuda-kuda, adeg-adeg masekon rengkuh, deku, depok dan lain-lain.
    Tangan : gerakan tangan terdiri atas mengepal, tonjok, gibas, meupeuh, keprok, kepret.
    Kepala : gerakan kepala mengikuti arah tangan yang bergerak, yaitu ke depan, kesamping kid dan kanan serta ke belakang.
Nama pada gerakan-gerakan tersebut diambil dari nama gerakan pada pencak silat, yaitu:
    Gerak nonjok, yaitu kaki kanan melangkah ke depan dengan posisi kuda-kuda, tangan kiri mengepal ditonjokkan lurus ke depan sementara tangan kanan di pinggang dengan jari tangan mengepal, kepala lurus ke depan.
    Gerak pasang, yaitu kaki pasang ditempatkan dengan posisi kuda-kuda dan melangkah ke depan dengan posisi kuda-kuda pula. Tangan kanan menyikut ke depan dengan posisi tangan siku-siku. Jari tangan kiri ke depan dada dengan posisi tangan ditekuk. Pergelangan tangan dan jari tangan menghadap ke depan. Gerakan demikian sebagai persiapan berkelahi dengan lawan.
    Gerak gibas, yaitu kaki kanan tegak lurus dengan berat badan pada kaki kanan. Kaki kanan agak rengkuh (rendah), kaki kiri diangkat membuat siku-siku. Tangan kanan ke bawah di atas kaki kiri. Tangan kiri menekuk dengan arah gerak ke kanan. Kepala diarahkan ke samping kanan dan langsung membalik ke kiri.
7.    Bentuk iringannya    : Musik (Shalawat Nabi, Disko Arab, instrument lagu tradisional)
8.    Rias dan busananya    : Busana penari dalam pertunjukan Seni Rudat dibuat seragam yang melambangkan kerukunan. Baik laki-laki dan perempuan memakai busana yang sama masing-masing menurut kelompoknya. Misalnya busana yang dikenakan oleh anak laki-laki terdiri atas celana pangsi hitam, baju berwarna putih, kopiah dan kain samping pendek dari bahan batik. Adapun busana yang dikenakan oleh anak perempuan terdiri atas celana pangsi hitam, baju putih, selendang, kain samping pendek dari batik dan tutup kepala (jilbab).
9.    Properti yang digunakan    : umummnya tari rudat tidak menggunakan properti apapun.



Sumber : google.com

Kamis, 02 Desember 2010

Buku-Buku Informasi

BAB I
PENDAHULUAN

    Ketika para siswa membaca buku-buku informasi, mereka belajar tentang dunia di sekitar mereka, dan juga banyak hal lain. Mereka juga belajar bagaimana cara saling bertukar buku bacaan, tergantung pada tujuan mereka. Kadang-kadang mereka membaca buku-buku informasi dari permulaan sampai akhir cerita, atau mereka juga menggunakan index untuk menempatkan suatu topik yang spesifik dan kemudian membaca bagian dalam buku tentang topik tersebut. Mereka juga belajar bagaimana cara menggunakan suatu index dari daftar isi, dan juga membaca tabel, garfik, peta, dan diagram. 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Buku Informasi

Selama bertahun-tahun sejarah telah membuktikan suatu model untuk menbaca serta menulis yang dijadikan sustu petunujk dasar di dalam meyakinkan serta membangun membangun ide pokok sebuah cerita (Well, 1986). Riset terbaru membuktikan bahwa anak-anak menyukai sebuah informasi yang didapatkan dari buku yang dibaca dan mereka bisa memahami seperti halnya mereka bercerita (Pappas, 1991, 1983). Anak-anak tertarik akan pelajaran tentang aktivitas mereka serta mencari informasi tentang buku yang menyediakan pengetahuan tersebut.
Buku informasi adalah jenis buku nonfiksi, dan bahkan tidak jarang disamakan begitu saja karena keduanya merupakan fakta faktual. Mitchell (2003: 326) mengatakan bahwa yang termasuk dalam kategori bacaan nonfiksi adalah cerita informasional, biografi, autobiografi, dan diari (catatan harian) Jadi, buku informasi dapat dipahami sebagai buku bacaan yang menyajikan berbagai hal yang berkaitan dengan fakta. Dengan membaca buku informasi berarti anak dapat memperoleh berbagai inforrnasi mengenai berbagai fakta yang dihadirkan dalam bacaan yang bersangkutan. Namun demikian, menurut Stewig (1980:480) lewat bacaan cerita fiksi anak juga akan memperoleh berbagai informasi, baik yang bersifat faktual maupun imajinatif karena fiksi juga tidak mungkin lepas sama sekali dari fakta faktual.
Russel Freedman (1992), Who won the 1998 Newbery Medal for Lincoln A Photobipgraphy (1987), berbicara tentang tujuan informasi sebuah buku dan keterbatasnnya :
 “Buku yang memberikan informasi harus subjek dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan. Sebuah buku juga harus menciptakan suatu konsep yang dapat dipercaya oleh pembaca sehingga menimbulkan semangat kagairahan bagi pembacanya dan meninggalkan keengganan … Hal itu menjadikan sebuah cerita yang baik”.

    Informasi yang berkualitas tinggi (High-Quality) dari sebuah buku dapat diperoleh dengan cara memberikan kebebasan kepada siswa untuk member  motivasi bagi para siswa yang mempunyai kecerdasan membaca (aesthecally). Yang utama bagi para siswa kelas menengah juga menulis buku tentang informasi yang sedang mereka pelajari. Buku informasi yang sudah para siswa baca berfungsi sebagai pedoman di dalam penulisan mereka, dan mereka mengorganisir informasi itu untuk digunakan sebagai penyajian dalam menggunakan bentuk dan struktur informasi beberapa buku (Freeman, 1991; Tompkins, Smith & Hitchcock, 1987). 
   
B.    Jenis-Jenis Buku Informasi

    Kualitas buku-buku informasi dapat dilihat dari empat cara yaitu ketelitian, organisasi, desain, dan gaya (Vandell, 1991).
    Buku-buku tentang informasi yang tersedia pada saat ini. Topiknya, meliputi ilmu pengetahuan biologi, ilmu-ilmu setetika, ilmu-ilmu social, seni, dan riwayat hidup. Buku lain menyajikan konsep menenai ilmu bumi dan sejarah. Ada juga beberapa buku-buku informasi terfokus pada konsep matematika. Kemudian life-stories adalah jenis buku-buku lain tentang informasi; satu jenis life-stori adalah suatu riwayat hidup dan yang lain adalah suatu autobiografi.
    Sebagai tambahan jenis buku-buku tentang informasi, ada jenis lain yang lebih khusus. Empat jenis dasar cara membaca para siswa adalah :
1.    Buku-buku abjad dan menghitung. Sementara beberapa buku-buku abjad dan hitungan dengan gambar dan objek biasanya didesain untuk anak-anak, dimana yang lainnya disediakan sebuah informasi yang berharga tentang berbagai topik.
2.    Buku-buku informasi terbaru kini sudah disajikan melalui suatu nyanyian atau syair/puisi.
3.    Buku-buku informasi terbaru menyajikan dalam bentuk suatu cerita.      
4.    Jurnal dan Surat. Jurnal dan surat adalah jenis buku-buku informasi lainnya, yang menjelaskan suatu perbandingan hidup seseorang.

C.    Penjelasan Struktur Teks

    Buku-buku informasi telah terorganisir atau dipolakan dalam menghubungkan penjelasan struktur teks ada lima pola terbaik dalam mengorganisasikan struktur teks. Ada lima pola terbaik dalam mengorganisasikan struktur yaitu uraian, urutan, perbandingan, penyebab dan efek, serta masalah dan solusi (Meyer & freedle, 1984; Niles, 1974).
    Description/Uraian. Di dalam yang pola yang telah terorganisasi, penulis menguraikan suatu topik dengan karakteristik, corak, dan contoh. Pemaparan sebagai contoh dan karakteristik adalah isyarat struktur tersebut.
    Sequence/Urutan. Penulis mendaftar materi atau periatiwa di dalam pesanan menurut urutan waktu atau kwantitatif. Kata-kata isyarat meliputi pertama, kedua, ketiga, berikutnya, kemudian, dan akhirnya.
    Comparison/Perbandingan. Penulis menjelaskan bagaimana dua atau lebih hal-hal adalah mirip atau berbeda. Berbeda, perbedaannya, mirip, sama seperti, kata-kata isyarat dan frase-frase bahwa mengisyaratkan struktur ini.
    Cause and Effecet/Sebab dan Akibat. Penulis menjelaskan satu atau lebih penyebab dan efek hasil atau efek. Pertimbangan kata, mengapa, jika … kemudian, sebagai hasilnya, oleh karena itu, dan sebab, adalah kata-kata untuk mengutarakan isyarat struktur tersebut.
    Problem and Solution/Masalah dan Solusi. Di dalam sturktur penjelasan ini penulis memaparkan sebuah permasalahan dan menawarkan beberapa solusinya.  


   
D.    Mengajar Siswa tentang Stuktur Teks


    Para siswa belajar untuk mengenali ke lima pola acuan organisasi dan mereka menggunakan untuk meningkatkan teknik membaca mereka seperti halnya untuk mengorganisasikan penulisan mereka (Flood, Lapp & Farnan, 1986; Mcgee & Richgels, 1985; Picollo, 1987). Langkah-langkah dalam strategi pengajaran adalah :
1.    Memperkenalkan pola organisasi
2.    Meneliti contoh dari pola buku-buku informasi, tidak dalam cerita
3.    Menulis paragraph menggunakan pola acuan
4.    Mengulangi langkah-langkah 1-3 untuk masing-masing pola acuan tersebut
5.    Memilih pola acuan yang sesuai

Contoh paragraf tentang lima penjelasan struktur teks.
1.    Description/Uraian














Kelelawar
        Semua kelelawar termasuk mamalia. Kelelawar tidur di malam hari dengan cara bergelantungan. Binatang ini dapat memancarkan gelombang suara, dengan begitu mereka akan tahu kemana mereka. Mereka memakan ikan, darah, serangga, binatang pengerat, buah-buahan, dan nectar. Kelelawar-kelelawar memiliki ukuran yang berbeda-beda.

2.    Sequence/Urutan
1.    Pasangan jantan dan betina
2.    Betina bertelur
3.    Telur-telur menetas
4.    Ulat makan dan tumbuh
5.    Dia mengganti kulitnya setelah beberapa waktu
6.    Ulat berubah bentuk menjadi kepompong
7.    Menetas menjadi kupu-kupu

Kehidupan dari Seekor Raja Kupu-kupu
        Seekor kupu-kupu melakukan metamorfosis dalam hidupnya. Pertama, kupu-kupu jantan dan betina kawin. Kemudian si betina bertelur. Lalu telur-telur itu menetas menjadi ulat-ulat kecil. Selama lima minggu, ulat makan dan tumbuh. Setelah dua minggu, kepompng menetas dan keluarlah seeokor kupu-kupu. Kemudian ia memulai semuanya lagi sampai kupu-kupu itu menemukan pasangannya.







3.    Comparison/Perbandingan.














    Musim Panas dan Musim Dingin
    Musim panas dan musim dingin memiliki kesamaan dalam banyak hal. Di musim dingin dan di musim panas terdapat sinar matahari. Kamu dapat berolah raga di kedua musim ini. Kamu dapat memilki hari kelahiran di musim panas dan musim dingin. Di musim dingin kamu bisa pergi memancing. Pepohonan selalu hijau di kedua musim ini.

4.    Cause and Effect/Sebab dan Akibat








    Gunung Berapi
    Tahukah kamu apa penyebab terjadinya gunung berapi? Lempengan-lempengan pada pemukaan bumi bergesekan bersama-sama dan menghasilkan cairan panas bebatuan di bawah lempengan-lempengan. Bebatuan panas terdorong terus di antara lempengan-lempengan. Terkadang itu menghasilkan sebuah letusan besar dan lahar muncul keluar ke permukaan bumi.

5.    Problem and Solution/Masalah dan Solusi












    Masalah dengan Burung-burung Gagak
    Petani sedang mempunyai masalah dengan burung-buurng Gagak yang memakani tanaman. Salah satu solusinya petani mencoba untuk meletakkan orang-orangan untuk menakuti burung. Rencana lainnya dia diam-diam ingin meracuni burung-burung Gagak dengan menyemproti tanaman dengan bahan-kimia. Petani berpikir tentang memburu sendiri burung-burung Gagak. Rencana lainnya petani ingin memiliki anjing-anjing untuk mengejar burung-burung Gagak itu. 


E.    Para Siswa Menilai Penggunaan Penjelasan Struktur Teks


    Kapan para siswa menulis paragraph dengan menggunakan suatu teks struktur yang memberikan penjelasan tentang :
•    Memilih struktur yang paling sesuai
•    Mengembangkan suatu organisator grafis sebelum penulisan
•    Menulis suatu kalimat topik yang mengidentifkasi strukturnya
•    Menggunakan kata-kata isyarat sebagai pengenalanstrukturnya
        Empat komponen ini dapat digunakan untuk mengembangkan suatu daftar nama untuk menilai penggunaan struktur teks siswa. Juga, para guru boleh memonitor cara siswa menggunakan ke lima struktur di dalam laporan rancangan penulisan sebuah kurikulum.  


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

    Buku informasi adalah jenis buku nonfiksi, dan bahkan tidak jarang disamakan begitu saja karena keduanya merupakan fakta faktual. Mitchell (2003: 326) mengatakan bahwa yang termasuk dalam kategori bacaan nonfiksi adalah cerita informasional, biografi, autobiografi, dan diari (catatan harian) Jadi, buku informasi dapat dipahami sebagai buku bacaan yang menyajikan berbagai hal yang berkaitan dengan fakta.
    Jenis buku-buku tentang informasi, ada jenis lain yang lebih khusus. Empat jenis dasar cara membaca para siswa adalah :
1.    Buku-buku abjad dan menghitung. Sementara beberapa buku-buku abjad dan hitungan dengan gambar dan objek biasanya didesain untuk anak-anak, dimana yang lainnya disediakan sebuah informasi yang berharga tentang berbagai topik.
2.    Buku-buku informasi terbaru kini sudah disajikan melalui suatu nyanyian atau syair/puisi.
3.    Buku-buku informasi terbaru menyajikan dalam bentuk suatu cerita.      
4.    Jurnal dan Surat. Jurnal dan surat adalah jenis buku-buku informasi lainnya, yang menjelaskan suatu perbandingan hidup seseorang.
    Ada lima pola terbaik dalam mengorganisasikan struktur yaitu uraian, urutan, perbandingan, penyebab dan efek, serta masalah dan solusi.
DAFTAR PUSTAKA

•    Diambil dari Language Art : Content and Teaching Strategis. Karya Gail E. Topmkins & Kenneth Hoskisson
•    http://aflahchintya23.wordpress.com/2008/02/23/buku-informasional-mampu-memenuhi-kebutuhan-anak/